Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 11 Mar 2024 22:55 WITA ·

Intelektual Organik versus Intelektual Menara Gading


Ariedne Elviani Kemis Perbesar

Ariedne Elviani Kemis

Oleh: Ariedne Elviani Kemis

Mahasiswi UNIKA St.Paulus Ruteng

JURNAL LABUAN BAJO | OPINI – Menjadi seorang “intelektual organik” mengacu pada sikap dan tindakan seseorang yang menganjurkan pemikiran kritis, refleksi, dan tindakan yang terhubung erat dengan realitas sosial dan alamiah.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Antonio Gramsci, seorang filosof dan teoretikus politik Italia yang aktif pada abad ke-20.

Dia menggunakannya untuk merujuk pada individu yang memiliki kesadaran kelas dan dapat memahami dinamika sosial dan politik dengan lebih baik.

Antonio Gramsci, salah seorang politikus dan filsuf Italia menuliskan dalam jurnal Sotto la Mole mengenai kegeramannya pada pihak-pihak yang berusaha mengesampingkan sains karena ketidakmampuan mereka dalam mengendalikan ilmu pengetahuan.

Pihak yang dimaksud oleh Gramsci ialah mereka yang menilai sains gagal menjawab permasalahan masyarakat terutama dalam ranah sosial. Bahkan bagi pihak yang dimaksud Gramsci, ilmu pengetahuan menjadi salah satu ranah yang dapat menumpulkan kepekaan manusia.

Tuduhan ini merupakan tuduhan klasik, yang dalam konteks milenial terjadi ketika para peneliti dan akademisi hanya mengagungkan sains tanpa mengikatnya dengan nilai-nilai lain seperti etis dan keindahan.

Namun Gramsci dalam tulisannya tersebut telah mematahkan tuduhan bahwa sains telah bersalah untuk kesekian kalinya. Menurutnya dalam menegakkan kesetaraan sosial, sains berperan penting terutama dalam menentukan langkah gerakan.

Baca Juga:  Jangan Pernah Ada Kata Menyerah

Baca Lainnya

DAKSA DISELIMUTI KABUT

19 Maret 2024 - 14:39 WITA

Cinta Kandas Karena Tuli

19 Maret 2024 - 14:35 WITA

Pengaruh Positif Kurikulum Merdeka Terhadap Siswa

19 Maret 2024 - 13:43 WITA

Keringat Mengingat

19 Maret 2024 - 13:34 WITA

Deretan Puisi Terbaik karya Emiliana Yusta Nemung

19 Maret 2024 - 13:17 WITA

Berani Bernarasi: Inspirasi Kesetaraan Gender Bersama Najwa Shibab

19 Maret 2024 - 13:09 WITA

Trending di Uncategorized
error: Content is protected !!