Menu

Mode Gelap

Travel · 14 Des 2023 06:03 WITA ·

Melihat Dampak Picnic Over The Hill Volume 2


Melihat Dampak Picnic Over The Hill Volume 2 Perbesar

JURNAL LABUAN BAJO | LABUAN BAJO – Usai gelaran Picnic Over The Hill (POTH) Volume 2, pada 9-10 Desember 2023 berhasil mencatat jumlah kunjungan sebanyak 2.000 orang yang di dominasi oleh masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya, serta 5 WNA.
Event yang merupakan momentum aktivasi Kawasan Parapuar yang diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) ini menawarkan berbagai keseruan bagi para pengunjung, mulai dari bergoyang bersama, picnic bersama, bermain, menikmati senja, hingga karaoke bersama.
Tidak hanya itu, pada penyelenggaraan event ini, para pengunjung juga disuguhi berbagai penampilan para talent seperti Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Manggarai Barat, Sanggar Wela Rana, Kamus Band, Dynamic, Saint Yowzha, Oldwall, Glenn Sebatian, Justy Aldrin, Mukarakat, dan Saykoji.
Salah satu pengisi acara dari Sanggar Wela Rana yaitu Felix Edon mengungkapkan antusiasmenya karena diberi kesempatan untuk menjadi salah satu performer dalam event POTHVo. 2. Felix juga menyatakan kekagumannya saat menikmati pemandangan 360 kota Labuan Bajo dari Kawasan Parapuar.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada BPOLBF yang telah menghubungi kami untuk turut ambil bagian dalam event ini. Jadi kami baru saja tiba dari Ruteng dan capeknya hilang seketika saat sampai di sini (Parapuar), indah sekali,” ungkap Felix yang merupakan pembina Sanggar Wela Rana sekaligus Ketua PAPPRI Kabupaten Manggarai.
Menyambut baik hal tersebut, Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina juga menyampaikan bahwa momentum aktivasi event di Parapuar ini merupakan bentuk promosi kawasan yang akan dikembangkan menjadi Kawasan Pariwisata Terpadu dengan menawarkan 4 zona nantinya.
“Pengaktivasian event ini merupakan salah satu cara kami untuk memperkenalkan Kawasan Pariwisata Terpadu yang nantinya akan kami kembangkan. Harapannya, melalui event ini, masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya semakin aware dan mulai mengenal tentang Parapuar,” ungkap Shana.
Berbeda dengan POTH Volume 1, yang hanya menghadirkan satu stage, di POTH Volume 2 ini para pengunjung disuguhkan dua nuansa berbeda dalam dua balutan stage yang apik, yakni Senja Stage dengan nuansa romantis dan syahdu yang berlokasi di Taman Parapuar yang sekaligus merupakan titik 0 kawasan, serta Pesta Stage dengan nuansa yang lebih meriah. Dua stage ini dihadirkan untuk dapat menampung semua kebutuhan healing para pengunjung.
Salah seorang pengunjung, Puput mengungkapkan bahwa dirinya datang ke event ini untuk healing setelah bekerja selama sepekan.
“Akhir pekan itu untuk saya adalah waktunya healing dan saat lihat ada postingan tentang event ini di media sosial, tanpa pikir panjang saya dan teman-teman langsung beli tiket. Sampai di sini ternyata ada dua stage, jadi tadi waktu sore hari, kami duduk di dekat stage Senja lalu saat malam hari pindah ke stage Picnic,” ujarnya.
Event ini juga melibatkan 20 UMKM dari berbagai bidang seperti fesyen, kuliner, dan kriya serta 1 foodtruck. Kehadiran UMKM ini menjadi pelengkap semaraknya POTH Volume 2, para pengunjung dapat menikmati sunset dan berbagai aktivitas lainnya sembari ditemani berbagai pilihan jajanan dan oleh-oleh yang dijual dalam event ini.
“Setelah melalui tahap pendaftaran yang kami umumkan di media sosial kami, terkurasi sekitar 20 UMKM dan memang UMKM ini didominasi bidang kuliner karena sesuai dengan tema picnic yang kami usung,” jelas Shana.
Selain mencatat jumlah pengunjung yang lebih banyak dari POTH Vol. 1, POTH Volume 2 ini juga mengajak 20 UMKM untuk memperkenalkan dan menjual produk-produk mereka. Total transaksi dari UMKM selama dua hari event berlangsung adalah sebesar Rp. 30,768,000. Nilai ini lebih banyak sekitar 10 juta dibanding dengan POTH Vol. 1 yang mencatat total transaksi sebanyak Rp. 20.122.000.
Sama seperti POTH Volume 1, keberhasilan event POTH Volume 2 ini tidak terpisahkan dari keterlibatan masyarakat lokal dalam penyelenggaraannya sebagai penyedia logistik acara, talent, pengelola parkir, pengunjung, hingga waste management. Pada POTH Volume 2 ini tercatat total sampah sebanyak 173.3 kg sampah dengan rincian sampah daur ulang sebanyak 42.2 Kg, sampah residu sebanyak 131 kg.
BPOLBF sendiri berharap, melalui pelaksanaan POTH secara bertahap dan berkala, masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan penyangga Parapuar bisa bersama-sama belajar dan bertumbuh untuk mengembangkan pariwisata kawasan dan sekitarnya baik sebagai pengelola, performer budaya, pelaku industri parekraf lainnya, hingga sebagai pengunjung, sehingga cita-cita pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berbasis masyarakat dapat terwujud. (***)

Baca Lainnya

Laut yang Terhubung dengan Kehidupan dan Mereka Adalah Komodo!

19 Maret 2024 - 07:41 WITA

Hewan Langka komodo

Destinasi Wisata Alternatif dekat Labuan Bajo NTT, Kampung Budaya Compang To’e Melo

12 Maret 2024 - 07:00 WITA

Menyusuri Sungai Waktu

9 Maret 2024 - 02:06 WITA

Student Financial Challenges: Strategies for Managing Finances During College

8 Maret 2024 - 00:06 WITA

Digital Privacy in the Era of Mass Surveillance: Defending Civil Liberties Online

7 Maret 2024 - 12:43 WITA

The Role of Project Based Learning in Developing Critical Abilities of English Language Education Students

7 Maret 2024 - 11:35 WITA

Trending di Travel
error: Content is protected !!